Be The Light

BPS Pasutri Dany-Yani

Itu yang kami rasakan ketika  mendapat tugas untuk membuat video Festival UeRL. Bagaimana tidak, untuk mengadakan pertemuan rutin saja sudah susah, lah kok disuruh melakukan sesuatu hal yang mustahil dilakukan. Memangnya siapa yang  bersedia dilibatkan?

Keresahan yang kami rasakan ternyata tidak dialami oleh pastor pasangan kami. Pastor Adhi malah hepi dan semangat 45 dengan adanya Festival UeRL ini. Beliau meyakinkan  bahwa di Lumajang banyak bakat-bakat terpendam yang bisa membantu terlaksananya Festival ini. Hasil dialog kami bertiga, kami memberi kepercayaan kepada  komunitas Lumajang untuk mewakili Distrik X Malang dalam Festival ini, mengingat ada 4 angkatan di sana, yang tentunya akan mempermudah koordinasinya.

Untuk mengatasi jarak kami yang berjauhan, akhirnya kami mendelegasikan kepada Pasutri Decky-Nika untuk menjadi koordinatornya, karena posisi mereka yang berada di sana. Kami menjalani setiap prosesnya dengan mengandalkan pertemuan daring.  Decky-Nika membantu kami dalam penulisan naskah, membantu menyutradarai, dan mengkoordinir para pemain. Luar biasanya,  yang dikatakan Pastor Adhi benar, komunitas kami di Lumajang sangat kompak. Mereka sangat semangat dan langsung bagi tugas mencari dan menyiapkan segala keperluan untuk syuting.

Perasaan jengkel sempat melanda. Bagaimana tidak, secuilpun kami belum pernah melihat seperti apa video hasil karya komunitas kami sendiri. Kami hanya bisa melihat  dari beberapa foto saja. Setiap diminta selalu keluar kalimat sakti dari Decky-Nika yang sepertinya tidak bisa dibantah, “Tidak boleh sama Romo Adhi.”  Namun perasaan jengkel kami akhirnya berkurang. Karena ternyata kami mempunyai sekutu, saat Kornas curhat bahwa mereka tidak boleh melihat video mereka sendiri. Senasib !!

Akhirnya hari yang ditunggupun tiba. Kami penasaran, deg-degan, ngga sabar, akan seperti apa  hasilnya? Dan ternyata,  sangat spektakuler!! Kami terharu dengan hasil kerja keras semua Distrik dan Wilayah.  Komunitas ME Indonesia dapat menyuguhkan suatu tampilan yang sangat SUPER SEKALI !!

Baca Juga:  Hobiku Membuat Aku Jauh Darinya

Waktu serasa berjalan lambat saat menunggu episode Sang Terang dimana komunitas kami tampil. Ketika melihat teman-teman kami dalam kostum, riasan dan adegan yang begitu keren, semua perasaan jengkel kami pun seketika lenyap, kami menjadi  terharu.

Terima kasih ME Indonesia, yang tidak pernah kehabisan ide untuk terus menyemangati seluruh komunitas dalam pandemi ini.

We Love You, We Need You 🤟🤟

BPS Pasutri Decky-Nika

Perasaan kami berdua sangat senang, gembira, bangga sekaligus terharu karena Festival UeRL  ini dapat terselenggara dengan sangat baik dan sukses. Kami terharu, karena  berkesempatan ikut ambil bagian dalam Festival yang spektakuler ini.

Dalam Festival ini kami mendapat kepercayaan dari Kordis Distrik X Malang untuk menjadi penulis naskah dan asisten sutradara. Awalnya kami ragu apakah kami mampu. Tetapi, Kordis meyakinkan kami bahwa kami pasti mampu mengemban tugas ini. Kami juga masih bingung cerita apa yang ingin kami angkat. Setelah berdiskusi dengan Kordis, kami memutuskan untuk mengangkat cerita kehidupan pasutri sehari hari  dan juga mengangkat nilai-nilai ME. Lalu kami menentukan pemeran utama yang kebetulan adalah KorMEP Lumajang, Pasutri  Yoyo Lia. Kemudian kami  mendapatkan ide cerita juga dari pemeran utama sendiri. Setelah mendapat gambaran dari ide cerita maka kami mulai membuat naskah drama dan tarian yang akan ditampilkan.

Kendala pertama yang kami rasakan adalah, saat latihan pertama, kami sangat over time sekali. Kemudian kami  mencoba memotong dan mengubah beberapa adegan serta dialog dalam script. Setelah itu kami mencobanya pada latihan kedua dan kami masih melakukan  penyempurnaan dibeberapa bidang.

Kendala kedua adalah mengajak dan melibatkan beberapa pasutri untuk ikut serta dalam Festival ini, baik sebagai penari ataupun pemeran pendukung. Mengarahkan pemeran dalam jumlah besar juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Tetapi untungnya karena semangat dan kerjasama  yang luar biasa dari para pasutri yang terlibat, semuanya dapat berjalan dengan lancar. Pengambilan gambar kami lakukan sebelum libur Lebaran, karena kami takut setelah Lebaran akan terjadi lonjakan jumlah orang yang terkena Covid, yang nantinya akan menghambat proses pengambilan gambar kami.

Baca Juga:  Sendra Tari Kisah Penciptaan “SANG SABDA”

Kami sempat cemas karena ternyata proses editingnya membutuhkan waktu yang lebih lama dari perkiraan kami.  Tetapi kami bersyukur, kami dapat menyelesaikan  video sesuai batas waktu yang ditentukan. Puji Tuhan semua dapat berjalan dengan baik. Kami berharap semoga karya komunitas kami ini dapat menjadi berkat bagi sesama.

Dirgahayu ke-46 tahun ME Indonesia!!!

We Love you, We Need You🤟🏻💖🤟🏻 (WN/MJ) 

Start typing and press Enter to search