BPS Koordinator Panitia

BPS Pasutri Juli Anggoro

Berawal dari formation Sidang Denas ke-47 yang bertajuk ‘yoU aRe Loved’, muncul inspirasi dan inisiatif dari KorNas ME Indonesia bersama Staf KorNas untuk mengekspresikan nilai-nilai ME dalam bentuk seni. Sungguh gagasan yang smart di tengah pandemi yang mencekam ini. Warta kasih harus terus berkumandang. Relasi kasih diupayakan untuk terus bernyala. Seni adalah media yang tepat untuk mengekspresikan hasil refleksi dalam napak tilas Jejak Kasih Allah. Sekaligus dapat menggerakkan komunitas ME 19 Distrik dan 7 Wilayah.

Sungguh luar biasa sambutannya serta semangat untuk berpartisipasi. Mereka berkreasi untuk menciptakan karya ‘sinterdaring’ (seni inkulturasi teater, nada, tari berjejaring) sesuai dengan Episode yang ditampilkan (Sang Sabda, Sang Immanuel, Sang Terang, Sang Hidup, Sang Kasih) serta berdasarkan keunikan budaya daerah asal komunitas ME Distrik dan Wilayah bermukim. Sungguh indah dan memukau tampilan komunitas dalam Festival UeRL yang digelar pada tanggal 24 & 25 Juli 2021 secara daring. Ditambah lagi dengan kepiawaian pas Winda-Iman yang memandu acara virtual ini.

Bakat seni semarak bermunculan. Nilai-nilai injili dan relasi kasih ME diresapkan dalam proses dialog masing-masing komunitas Distrik dan Wilayah lalu ditampilkan melalui kreasi seni. Meski merepotkan, kegiatan Festival UeRL ini sungguh menghidupkan komunitas Distrik dan Wilayah untuk berelasi dan berkolaborasi melalui karya cipta seni. Diharapkan melalui tayangan seni virtual yang berdurasi maksimum enam menit, dapat menggugah sanubari pemirsa untuk menghidupkan dan menyalakan api cinta sepanjang masa.

Allah Bapa tak jemu-jemu untuk senantiasa mencintai anak-anak manusia ciptaanNya baik dalam keadaan suka dan duka. Demikian halnya cinta antara suami-isteri selalu membara dalam kehidupan berkeluarga. Sebuah kenangan indah, komunitas ME Distrik dan Wilayah sudah menapakkan Jejak Kasih Allah yang selalu tampak dalam setiap langkah hidup suami-isteri serta para uskup, imam, suster, biarawan/biarawati.

Baca Juga:  Refleksi Singkat Dari Peristiwa Badai Seroja

Teristimewa lagi, apresiasi diberikan oleh para pakar seni (Romo Tri Budi Utomo, Romo Erwin Santoso, Bp Darmawan Dadijono, Pasutri Wisnu-Mulyati, Bp Didik Hadiprayitno, Sdr Christopher Kuntjoro) bagi setiap kreasi seni komunitas Distrik dan Wilayah. Selain itu kami sungguh merasa senang dan bangga karena Festival UeRL dapat terlaksana sukses berkat uluran tangan kasih segenap panitia yang solid dan kompak serta saling mendukung.

Semoga persembahan kasih Festival UeRL ini dapat terus membahana dalam tingkah hidup insani dan kristiani berdasarkan nilai-nilai perkawinan dan panggilan suci di dalam gereja dan seluruh dunia. Hidup ME Indonesia dalam usianya yang ke-46…!!!

23 Agustus 2021

Pasutri Juli-Anggoro

Tim Panitia Festival UeRL

Romo Adhi

BPS Romo Adhi
Festival UeRL merupakan sebuah peziarahan relasi kehidupan komunitas ME Indonesia. Saat pertama kali menerima tugas untuk menjadi koordinator panitia Festival UeRL, muncul pertanyaan dalam diri saya, apakah saya mampu? Akhirnya kegelisahan ini saya persembahkan dalam Ekaristi Kudus setiap hari. Dan saat Ekaristi itulah saya menemukan jawabannya, “Tuhan Yesus akan menyiapkan sebuah rencana yang Indah pada waktunya.”

Langkah demi langkah saya lalui. Pertemuan demi pertemuan terjadi, guna mempersiapkan  festival. Saat melalui proses inilah saya merasakan betapa Tuhan sangat mencintai saya dan komunitas ME Indonesia ditengah situasi pandemik yang tidak menentu. Cinta Tuhan yang hangat itu mengubah ketakutan menjadi keberanian untuk bangkit dan bergerak.

Ketulusan dan totalitas serta kemauan untuk belajar sangat terlihat dalam setiap proses dan karya di setiap Distrik dan Wilayah.  Sebagian besar dari mereka bukanlah seniman, namun karena cinta Tuhan yang hadir dalam relasi komunitas, membuat mereka dimampukan menghasilkan sebuah karya yang luar biasa.

Baca Juga:  Sendra Tari Kisah Penciptaan “SANG SABDA”

Setiap Distrik dan Wilayah mempunyai dinamika yang unik dan khas dalam menyiapkan festival ini. Perjuangan tim panitia dan komunitas ME di seluruh Indonesia begitu luar biasa. Komunitas ME Indonesia menjadi hidup dan bergerak ditengah keterbatasan. Saya terharu dan bersyukur betapa besar cinta Tuhan untuk komunitas ME Indonesia.

Semoga dengan dengan Festival UeRL ini komunitas ME Indonesia dapat bangkit dan bergerak. Inilah hadiah terindah untuk ulang tahun ME Indonesia yang ke-46. Mari kita melangkah bersama dengan Cinta untuk menjadi mercusuar bagi sesama. Apapun yang terjadi kita harus tetap semangat, apapun yang terjadi kita harus tetap tersenyum.

Start typing and press Enter to search