Hadiah Sederhana Yang Istimewa

Hari masih pagi…

Ketika kudengar suara sepeda motor berhenti di depan rumah kami. Disusul teriakan kencang seorang kurir “Yaniii Daniiiiii….Pakeeeetttt!!” Woww.. rajin amat si bapak, dalam hati aku bergumam sambil melirik jam dinding yang baru menunjuk angka 08.30. Dengan cepat kusambut si bapak kurir supaya dia tidak teriak untuk kedua kalinya, sungkan dengan tetangga.

Kuterima sebuah paket yang berat. Kubaca nama pengirimnya, ternyata dari pasutri yang kami kenal, hadiah yang kami dapat karena menjawab pertanyaan saat acara ME yang lalu. Sambil membayangkan wajah mereka yang identik dengan satu merk terkenal, aku senyum-senyum berusaha menebak isinya. Ketika kugoyang terdengar bunyi ramai dari dalamnya. Hmmm… bikin penasaran… Astagaaa.. isinya satu set alat masak yang cantik, dengan warna yang kuinginkan. Membuatku terharu biru seketika.

Pasutri Dany Yani

Pertama kalinya aku melihat satu set alat masak cantik itu ketika mertuaku pamer habis beli satu set sutil cantik berwarna pink. “Mama beli online tapi gudangnya dekat dengan rumahmu, bisa koq lihat ke sana,” katanya sambil promosi. Rupanya aku termakan juga oleh promosi Mama mertuaku. Dalam perjalanan pulang kusempatkan menengok toko yang diceritakan itu, ternyata tokonya tutup.

Akhirnya aku nunut beli dengan adikku yang kebetulan juga sering belanja online. Biar gratis ongkir.. hihihi.. Tapi ketika barang datang rupanya dia salah beli karena barang yang datang tidak sesuai dengan yang kuinginkan. Hiks… Agak kecewa sih, tapi ya sudahlah.. resiko belanja online ya memang begitu, apalagi nunut…pikirku.

Masih penasaran dengan toko dekat rumah kami, setiap lewat selalu kusempatkan menolehkan kepala, sambil berharap pintunya terbuka. Tapi beberapa kali lewat koq selalu saja tutup. Sampai akhirnya aku pun lupa dengan si sutil dan kawan-kawan karena kesibukanku mengurus banyak hal.

Baca Juga:  Surat Cinta dari Berbagi Kasih Lustrum 8 Distrik V Purwokerto

Sampai pada pagi hari itu … diawali teriakan seorang kurir berwajah ceria dengan penuh semangat mengantarkan hadiah istimewa untukku. Seperti mengingatkanku untuk selalu bersyukur dalam segala hal. Termasuk untuk satu set sutil. Bahwa Tuhan itu selalu mencukupi semua yang kita perlukan. Bahkan untuk satu set sutil sekalipun.

Yang lebih mengejutkan lagi, kisah sutil ini tidak hanya berhenti di rumah kami. Ada beberapa pasutri di lain kota yang menerima hadiah yang persis sama dengan kami. Menguatkanku bahwa kami berada di pelayanan yang sama. Menjadi saluran kasih Tuhan bagi keluarga kami masing-masing, melalui hidangan yang kami sajikan setiap hari. Dan juga mengingatkan kami untuk tetap bersyukur karena diberi kesempatan menjadi pelayan Tuhan melalui panggilan hidup berkeluarga dalam satu wadah keluarga besar ME Indonesia, yang tentunya semakin dikuatkan melalui satu set sutil cantik.

Mari kita miliki hati yang selalu bersyukur dalam segala hal, melakukan hal kecil dengan cinta yang besar, di manapun kita dipakai Tuhan untuk melayaniNya. (DS/WN)

Salam sehat, Tuhan memberkati!
WLU-WNU

Start typing and press Enter to search