60 Tahun 23 Hari Hidup Bersama

16 Desember adalah Hari Perkawinan yang selalu kami peringati

Pada 15 Desember 1961, Mama Lian berpulang setelah penyakit ashmanya kambuh.Atas dorogan keluarga, menimbang kami telah lamaran, maka keesokan hari sebelum Mama disemayamkan dalam peti, dilangsungkanlah acara Perkawinan darurat dihadapan Mama yg dianggap tidur selamanya itu. Hanya dengan soja mohon restu begitu saja, tanpa ada acara lain.

Hanya seorang teman yang kebetulan hadir sempat mengucapkan selamat. Sedangkan keluarga yang lain pada sibuk ngurusi acara Ma. Urusan Catatan Sipil dan Pemberkatan Gereja akan menyusul. Jadi kehidupan perkawinan kami diawali dengan modal nol besar, namun penuh dengan cinta yang tulus. Teddy yang hanya pegawai biasa kini harus berbagi dengan istri dan keenam adik Lian, dimana sibungsu baru berumur 5 tahun.

Kami bersyukur dalam keterbatasan dan kesederhanaan kami, Tuhan terus memberkati. Hingga Muzijat Kana serta penggandaan 5 roti dan 2 ikan ber ulang-ulang terjadi dalam keluarga kami. Kami bertekad setiap tahun akan memperingati hari jadi kami. Namun tahun pertama masih sibuk dengan peringatan setahun wafat nya Ma, demikian pula pada tahun kedua. Apalagi kami sibuk dengan kelahiran anak sulung kami. Baru pada tahun ke-3 kami memperingatin ya dengan masak sesuatu yang agak istimewa untuk dimakan serumah.

Setahun setelah menikah, T resign dari tempat kerjanya karna ingin Wirausaha dgn menerima Reparasi Elektronik dirumah. Syukur dan puji Tuhan, 5 tahun kemudian kami boleh membeli sebuah rumah yang setelah kami bangun pelan pelan selama dua tahun, bisa kami tempati sampai sekarang Nopember 1979 kami ikut WEME Angkatan 3 di Surabaya, dgn team dari Semarang : Romo Jan Van Wayenburg: pas Hi Sing dan pas Kristine Murti

Baca Juga:  Gempita Natal di Kota Penyangga IKN

HUP 25 kami peringati dgn Misa Syukur dirumah dengan Romo Haryono cm dan Romo Anton Tanalepie cm. Begitulah setiap tahun kami peringati secara sederhana dengan mengundang adik² makan bersama dirumah. 4 Desember 1999 putri kami Pauline menikah di Belanda Bersama adik² kami kesana.

7 Desember dengan menyewa Bus kami 19 orang keliling Eropa. 16 Desember kami masih ditengah perjalanan dan spontan cari rumah makan untuk sekedar kami rayakan.

Tuhan sungguh baik. Kami justru dapat ruangan yg ada hiasan SUANG SIE nya (double happines)

HUP ke 40 bersamaan dgn Idul Fitri. Kami kuatir kalau adakan Misa syukur banyak yg tidak bisa hadir. Ternyata anak³ beri kejutan dengan adakan Misa Syukur pada 26 Desember dengan undang banyak teman² kami. Misa Syukur 50 th HUP yang sangat kami nantikan diadakan di bangsal Paroki sebab Paroki sedang di renovasi.

HUP 55 kami rayakan di TRI Star bersama sdr dan taman² team Tahun 2020 dunia diserang pandemi, hingga HUP 59 kami rayakan haya berlima dengan anak cucu yang serumah.

Tahun 2021 pandemi belum juga pergi Hingga Diamond 60 tahun Annivarsary kami rayakan dengan Misa Syukur secara online yang dipersembahkan oleh Romo Haryono cm

Sungguh tdk nyangka tiga minggu kemudian Teddy dipanggil pulang oleh BAPA nya. Syukurlah keinginan Teddy merayakan Diamond Anniversary sudah keturutan. Terima kasih Tuhan atas penyertaan Mu selama hidup perkawinan kami

Terpujilah NamaMU sepanjang masa

Start typing and press Enter to search