Tongkat Estafet Distrik X

Suasana Sidang Dewan Distrik X Malang

 

Tak terasa waktu terus berjalan, sampai pada masanya bagi Distrik X Malang untuk menentukan Koordinator Distrik yang baru.  Minggu, 5 Maret 2023, Griya Samadhi Vincentius (GSV) Prigen, Pasuruan menjadi saksi bisu terselenggaranya Sidang Dewan Distrik X dan Discernment Process.

Tongkat estafet yang semula dipegang oleh Pastor Andreas Adhi Prasetyo, Pr. bersama Pasutri Dany-Yani (2020–2023) diserahkan kepada Pastor Y. P. Aang Winarko, Pr. bersama Pasutri Lukas-Cecil (2023-2026) sebagai KorDis  X Malang yang baru.

Kiri: Kordis terdahulu Pasutri Dany-Yani, Pastor Andreas Adhi Prasetyo.
Kanan: Kordis Baru Pastor Y. P. Aang Winarko, Pr., Pasutri Lukas-Cecil.

 

“Ketika hasil discernment memunculkan nama kami, berbagai perasaan muncul dalam hati kami. Sebagai tim yang sudah cukup lama, kami tahu bahwa kami tidak bisa menolak perutusan ini, meskipun sebagai pribadi, kami ingin mengatakan tidak. Ada banyak litani alasan yang bisa disusun untuk menolaknya, tetapi menyadari begitu banyak berkat yang kami dapat melalui gerakan ini. Kami harus menjawab “Ya”, untuk menjaga kelangsungan gerakan cinta kasih ini, juga karena kerinduan kami agar semakin banyak pasutri memperoleh berkat yang sama.

Kekhawatiran yang muncul oleh perasaan tidak layak dan tidak mampu, mulai dikikis oleh optimisme Pastor Aang sebagai ecclesial team kami.  Dukungan seluruh pilar tim dan past leader juga menguatkan kami. Kami tidak sendiri, tetapi berjalan bersama dan kami mau membuka hati agar Tuhan sendiri menuntun perjuangan gerakan cinta kasih ini.  Semoga Tuhan memurnikan niat kami, dan menjaga kami untuk tetap setia, juga di tengah kerapuhan kami”, demikian BPS dari Pasutri Lukas-Cecil kala itu.

Dengan segala keyakinan penuh, Pastor Aang Winarko turut menambahkan, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya” (Pkh.3:1). Kebijaksanaan penulis kitab Pengkotbah sungguh mempersiapkan saya untuk setiap hal yang akan saya terima sebagai sebuah perutusan. Tanpa keraguan, dengan rahmat Tuhan dan didukung oleh semua Tim yang hadir, saya terima perutusan sebagai Romo KorDis untuk periode ini. Langkah awal yang mendesak untuk diupayakan bersama: Konsolidasi Tim, yang akan menjadi cikal bakal solidnya gerakan ME Distrik X. Seluruh tim sudah sepakat dengan komitmen bersama untuk mewujudkan konsolidasi ini. Berarti Bintang Terang yang membimbing para Majus untuk sampai kepada Yesus, telah terbit kembali. Harapan baik yang berujung suka cita dimulai di sini dan pada saat ini”.

Baca Juga:  SAAT PANDEMI MEMENJARA DI RUMAH SENDIRI, DEVOSI MENJADI SOLUSI

Dalam kesempatan yang berbeda Pastor Adhi Prasetyo menyampaikan pengalaman dan perasaannya saat menjabat menjadi KorDis X Malang.  Menjadi KorDis selama tiga tahun adalah sebuah pengalaman Rahmat bagi saya, karena saya belajar lebih dalam  mengenai ME dan juga bagaimana saya didewasakan untuk berelasi lebih baik lagi.

Saya menemukan relasi yang begitu luar biasa, bagaimana Sakramen Perkawinan  menguatkan Sakramen Imamat dan juga sebaliknya. Banyak pengalaman–pengalaman indah bersama para pasutri, mulai dari mencari peserta weekend, sampai saat saya lebih dalam lagi mendampingi mereka.  Disana saya menemukan wajah Kristus yang hidup dalam keluarga-keluarga yang mengalami cinta Tuhan melalui Gerakan ME.

Kemudian hal lain yang membuat saya gembira adalah ketika saya dapat berjumpa dan berdialog dengan rekan-rekan KorDis dari seluruh Indonesia  dan para senior di Gerakan ME Indonesia. Dengan adanya kegiatan–kegiatan nasional, saya merasa semakin diperkaya lagi dalam Gerakan ME ini, maka dari itu ME adalah sebuah Gerakan yang sangat istimewa dan sungguh menguatkan Imamat saya.

Memang dalam prosesnya ada tantangan-tantangan tersendiri seperti, bagaimana harus mengatur waktu antara tugas utama saya di paroki sebagai Pastor Kepala Paroki dan berkarya di Gerakan ME, serta menghidupkan dan menggerakkan komunitas. Namun kuncinya adalah bagaimana merubah tantangan itu menjadi sebuah energi positif untuk maju dan melangkah, agar menjadi pengalaman rahmat yang membahagiakan.

Pasutri Dany-Yani juga menambahkan, para KorDis dan KorWil pasti setuju bahwa menjalani kepemimpinan era pandemi itu “sesuatu banget”. Begitupun kami,  periode kami sepertinya menjadi ajang untuk mengada-adakan semua yang dulunya tidak ada. Mau bertanya pada pendahulu, koq mereka nggak ngalami. Alih-alih memikirkan Distrik, untuk keperluan menghidupi keluarga kami sendiripun selalu diliputi  kecemasan. Ditambah dengan dipindahkannya Pastor Adhi sebagai pasangan ecclesial team kami ke Banyuwangi, di ujung paling timur Keuskupan Malang.

Baca Juga:  Karikatur

Di akhir masa bakti ini, akhirnya kami bisa melihat lebih jelas, perutusan sebagai koordinator adalah sebuah kesempatan bagi kami untuk melayani Tuhan lebih banyak lagi. Kesempatan untuk mengolah diri, mengolah hati, untuk bertumbuh sebagai pribadi, sebagai pasangan, sebagai tim, untuk terus mau belajar, menggali dan mengembangkan kesempatan yang diberikan.

Setiap koordinator pasti mempunyai kisahnya masing-masing. Yang sudah kami alami mungkin tidak akan sama dengan yang akan dialami KorDis berikutnya. Karena Tuhan selalu punya rencana yang terbaik untuk kita semua.

Terpilihnya  Lukas-Cecil dan Pastor Aang sebagai koordinator yang baru, mengingatkan kami kembali, bahwa semuanya bukanlah sebuah kebetulan belaka. Cecil Lukas adalah tim senior yang sangat setia, mereka menghidupi benar nilai-nilai ME dalam relasi kepasutrian mereka. Bersama Pastor Aang, “sang pengendali segala kecemasan”,  ecclesial team yang baru ini akan membawa nafas baru untuk gerakan ini.

Misi kami selanjutnya adalah bersama komunitas,  tetap setia melayani Tuhan melalui gerakan ini dan tetap memberi dukungan penuh untuk koordinator yang baru, Pasutri Lukas-Cecil dan Pastor Aang. Bergabung dengan past leader yang lain untuk menjadi “mantan terindah” bagi Distrik X. (WN/ EA   )

 

Start typing and press Enter to search