BURNING PASSION RENEWAL: LIVING A PENTECOST

Menghidupi Semangat Pentakosta di DISTRIK V PURWOKERTO

oleh Pasutri Uki-Siska (D5 Purwokerto)

 

Distrik V Purwokerto sungguh merasakan sukacita yang luar biasa, paska merayakan Pentakosta bertepatan dengan pelaksanaan WEME Angkatan 170 yang bisa dikatakan sukses dengan 15 pasutri sebagai peserta. Begitu banyak sharing dari peseta yang mengatakan bahwa mereka begitu sukacita mengikuti weekend ME dan mendapatkan buah-buah dari nilai ME yang semakin memperbaiki relasi kepasutrian mereka.

Agenda selanjutnya, masih dengan semangat Pentakosta yaitu pada hari Sabtu, 1 Juni 2024 yang lalu Distrik V Purwokerto mengadakan Renewal dibarengkan dengan agenda Discerment untuk memilih Koordinator Distrik V Purwokerto periode 2024-2027, bertempat di aula Paroki Santo Agustinus Purbalingga.

Ada yang begitu Istimewa dalam Renewal kali ini yaitu dihadiri oleh Koordinator Nasional ME Indonesia sekaligus sebagai narasumber dalam Renewal yaitu Pasutri Chris-Lely didampingi oleh Pastur Budi Prayitno, Pr mengambil tema LIVING A PENTECOST : Menghidupi Semangat Pentakosta. Sungguh tema yang tepat bagi kami Distrik V Purwokerto yang sedang  begitu semangatnya menghidupi komunitas ME untuk terus semakin dikenal dan memikat para pasutri yang belum bergabung mengikuti Weekend ME.

Diawali dengan berjoged dan bernyanyi bersama diiringi lagu “ Koyo Jogja Istimewa” menjadi awal yang baik untuk membakar semangat peserta Renewal. Selanjutnya ada doa pembukaan yang dipimpin oleh Pas Heri-Wiwit dan sambutan Koordinator Distrik V Purwokerto Pas Wawan-Mari dan Romo Budhi yang menyapa dan mengapresiasi anggota komunitas yang hadir saat itu.

Dalam salah satu materi Renewal, Pastur Budhi mengajak kami untuk belajar dari Peristiwa Menara Babel agar kita tidak bersombong diri atas “Panen” yang kita dapatkan dalam komunitas ME. Pasutri Chris-Lely mengatakan bahwa banyak Distrik yang sudah merasa bangga atas keberhasilan mereka dalam menggerakkan komunitas namun kebanggaan itu membuat kita terlena akan tanggung jawab kita terhadap distrik yang masih berjuang dengan kesulitan-kesulitannya. Peristiwa Babel terjadi jika kita berpikir untuk kepentingan distrik kita sendiri, dan lupa mengambil tanggung jawab terhadap distrik lain. Christ mengingatkan  menara Babel harus kita hindari secara internal di dalam diri kita masing-masing agar bisa berjalan bersama mewujudkan visi, walau lambat, tapi itu lebih penting dari pencapaian prestasi itu sendiri. kesimpulannya gerakan ME adalah gerakan Roh Kudus, dan ME berkembang juga atas karya Roh Kudus. Begitu banyak buah Roh Kudus yang  bisa kita wartakan untuk sesama kita.

Baca Juga:  Relasi Mengubah Konflik Menjadi Cinta

Selanjutnya peserta diminta untuk berdialog tiga pasangan dan sharing oleh 2 pasutri dari MEP Cilacap dan MEP Majenang. Renewal diakhiri dengan foto bersama dan lagu Ada Dunia Baru.

Start typing and press Enter to search