Relasi Mengubah Konflik Menjadi Cinta

Oleh: Pasutri Yoyok-Rosi  (D5 Purwokerto)

 

Perjalanan hidup berkeluarga atau berpasangan sebagai suami istri pasti akan mengalami pasang surut; diwarnai suka duka dan berbagai situasi yang tentu saja tidak selalu menyenangkan.  Perbedaan pendapat tentang anak, kondisi ekonomi keluarga, lingkungan pergaulan atau bahkan sekedar beda pendapat tentang hal-hal remeh kerap terjadi dan tidak jarang menjadi pemicu munculnya suasana tidak nyaman seisi rumah bahkan sampai destruktif. Situasi seperti ini lazim ditengarai sebagai konflik yang tidak jarang juga menyertai sepanjang usia perkawinan, baik di tahun-tahun pertama sampai dengan usia perkawinan yang lanjut.

Pasutri Dobi-Rista

Pasutri Dobi-Rista

 

Tema inilah yang dikupas secara menarik dan interaktif dalam kegiatan Renewel Dekanat Timur pada Kamis, 23 Mei 2024 di Gedung Panti Paroki Kutoarjo. Dihadiri oleh 40 pasutri dari 3 MEP yaitu ME Paroki Wonosobo , ME Paroki Purworejo dan ME Paroki Kutoarjo, dan kali ini Kutoarjo menjadi tuan rumah. Pemikiran dasar yang ditawarkan adalah Keluarga Katolik Mengelola Konflik, kemudian pemikiran dasar tersebut dikemas oleh Tim Pendamping Dekanat Timur yaitu Pastur Paul Praptanda MSC, Pasutri Dobi-Rista menjadi “Relasi Mengubah Konflik Menjadi Cinta”.

Pastur Paul Praptanda MSC

Pastur Paul Praptanda MSC

 

Pastur Paul mengingatkan bahwa ME mengajarkan berbagai hal sebagai pemicu konflik termasuk di dalamnya adalah perbedaan tipe kepribadian suami dan istri (katalis, perencana, pemikir dan penolong). Satu hal yang menjadi benang merah tema ini adalah bahwa konflik terjadi selalu dalam relasi. ME memberi landasan membangun relasi dalam cinta, maka cinta itu pulalah yang menjadi solusi dan tujuan akhir dari setiap penyelesaian konflik dalam keluarga.

renewal Dektim D5

 

Acara renewal ini selain menjadi ajang temu kangen komunitas ME di Dekenat Timur, sekaligus sebagai cara merawat semangat Marriage Encounter dan saling menguatkan di antara pasutri-pasutri peserta. Acara renewal ditutup dengan misa dan pembaharuan janji perkawinan. Semoga para pasutri ME semakin berani menghadapi dan mengutamakan solusi cinta dalam perjalanan berkeluarga dan konflik konflik yang menyertainya. WLY-WNY.

Baca Juga:  Utamakan Komunikasi Hati ke Hati

Start typing and press Enter to search