Discernment ME Distrik V Purwokerto

BPS Wawan-Mari

Dalam BPSnya Pasutri Wawan-Mari menyampaikan rasa syukur yang berlimpah ruah, seperti berziarah ke tujuh tempat suci di dunia. “Menjadi Kordis bukanlah cita-cita kami,’ demikian Pasutri Wawan-Mari menyampaikan kesannya. Awalnya mereka menjadi Kordis adalah merupakan kemustahilan, mengingat latar belakang kami berdua sebagai guru yang tidak punya banyak waktu, dari sisi pengetahuan juga merasa kurang ditambah lagi fasilitas yang dimiliki terbatas. Hanya memiliki lima roti dan dua ikan, namun pada akhirnya merasakan berkat yang berlimpah-limpah datang kepada saat melayani sebagai Kordis.

Beberapa hal positif yang dirasakan selama menjadi Kordis di ME distrik V Purwokerto adalah semakin kuatnya relasi mereka sebagai pasutri dimana dalam kebersamaan dengan Tim menjadikan mereka merasa dikuatkan dan didampingi. Selain itu kebersamaan dengan para Kormep dan anggota ME yang lain semakin menambah suka cita dalam pelayanannya. Mereka merasa persaudaraan yang sangat kuat dalam komunitas Marriage Encounter. Melalui kegiatan KD, Renewal, Sidang Denas semakin menambah wawasan mereka. Pasutri Wawan-Mari juga berharap agar komunitas ME Distrik V Purwokerto dapat seantiasa bertumbuh. Pesan yang disampaikan diakhir sharingnya adalah bahwa menjadi Kordis ataupun Kormep bukanlah tempat duduk tetapi merupakan panggilan. Panggilan untuk melayani. Melayani bukanlah kebetulan tetapi panggilan, melayani bukanlah karena hebat tetapi karena taat dan melayani dalam gerakan itu bukan cari mulia, namun karena setia, bukan karena suci tapi karena rendah hati. Melayani dalam gerakan bisa saja bosan, namun jangan sampai meninggalkan. Melayani bisa saja lelah tapi jangan menyerah dan melayani tetap mawas diri, jangan lupa diri, apalagi melarikan diri.

Start typing and press Enter to search