AMORIS LAETITIA KELUARGA: Pesan Bapa Suci Kepada Para Pasutri

Bagi beberapa pasangan, kondisi hidup yang dipaksakan selama karantina sangat sulit. Masalah yang sudah ada sebelumnya diperparah. Muncul konflik dalam beberapa hal dan situasi hampir tak tertahankan. Banyak yang bahkan mengalami putus hubungan karena kesulitan atau tidak mampu mengelola krisis. Saya ingin mereka juga merasakan kedekatan dan kasih sayang saya.

Putusnya pernikahan menyebabkan penderitaan yang luar biasa, karena banyak harapan yang pupus, dan kesalahpahaman yang dapat memicu pertengkaran dan luka yang tidak mudah disembuhkan. Akhirnya, anak-anak merasakan sakit melihat orang tua mereka tidak lagi bersama. Teruslah mencari bantuan, sehingga anda dapat mengatasi konflik dan mencegah munculnya lebih banyak luka bagi anda dan anak-anak. Tuhan Yesus, dalam belas kasihan-Nya yang tak terbatas, akan menginspirasi anda untuk terus berjalan di tengah banyak kesulitan dan kesedihan. Tetaplah berdoa memohon pertolongan-Nya, dan carilah pada-Nya perlindungan dan cahaya untuk terus berjalan. Temukan juga, dalam komunitas anda, sebuah “rumah Bapa, di mana ada tempat bagi semua orang, dengan semua masalah mereka” (Evangelii Gaudium, 47).

Ingatlah juga bahwa pengampunan itu menyembuhkan setiap luka. Saling memaafkan adalah buah dari niat batin yang menjadi dewasa melalui doa, dalam relasi kita dengan Allah. Pengampunan adalah anugerah kasih karunia yang dicurahkan oleh Kristus kepada pasangan suami-istri setiap kali mereka berpaling kepada-Nya dan mengizinkan-Nya untuk bertindak. Kristus “tinggal” dalam perkawinan anda dan Ia selalu menunggu anda untuk membuka hati kepada-Nya, sehingga Ia dapat menopang anda, seperti yang Ia perbuat kepada para murid di perahu, dengan kuasa kasih-Nya. Cinta manusia kita lemah; cinta manusiwi ini membutuhkan kekuatan kasih setia Yesus. Bersama-Nya anda benar-benar dapat membangun “rumah di atas batu” (Mat 7, 24).

Di sini saya ingin menyampaikan sepatah kata kepada orang-orang muda yang sedang mempersiapkan pernikahan. Bahkan sebelum pandemi, tidak mudah bagi pasangan yang bertunangan untuk merencanakan masa depan mereka, karena sulitnya mencari pekerjaan yang stabil. Sekarang dimana lapangan kerja bahkan lebih tidak pasti, saya mendesak pasangan yang bertunangan untuk tidak merasa putus asa, tetapi untuk mempunyai “keberanian kreatif” sebagaimana diteladankan oleh Santo Yosef, di tahun yang saya baktikan untuk menghormatinya Dalam perjalanan menuju pernikahan, selalu percayalah pada pemeliharaan Tuhan, betapapun terbatasnya kemampuan anda, karena “kadang-kadang, kesulitan dapat menghasilkan daya yang bahkan tidak kita duga” (Patris Corde, 5). Jangan ragu-ragu untuk mengandalkan keluarga dan teman-teman, pada komunitas gerejawi di paroki Anda, untuk membantu anda dalam mempersiapkan perkawinan dan hidup berkeluarga dengan belajar dari mereka yang telah lebih dahulu berjalan di jalan yang sedang anda jalani sekarang ini.

Sebelum selesai, saya ingin menyapa kakek-nenek, yang selama masa karantina tidak mampu melihat atau mengalami kebersamaan dengan cucu-cucu mereka, dan semua orang lanjut usia yang merasa terisolasi dan sendirian selama bulan-bulan . Keluarga sangat membutuhkan kakek-nenek, karena mereka adalah memori hidup umat manusia, memori yang “dapat membantu membangun dunia yang lebih manusiawi dan ramah”. [Pesan Hari Kakek Nenek dan Lansia se-Dunia 25 Juli 2021]

Semoga Santo Yosef menerangi semua keluarga dengan keberanian kreatif, yang sangat penting pada saat ini. Semoga Bunda Maria membantu anda, dalam hidup perkawinan anda, untuk memupuk budaya perjumpaan yang sangat kita butuhkan dalam menghadapi masalah dan kesulitan saat ini. Tidak ada kesulitan yang dapat menghilangkan sukacita bagi mereka sadar bahwa Tuhan berjalan bersama mereka, di sisi mereka. Hidupilah panggilan anda dengan penuh semangat. Janganlah biarkan wajah anda menjadi sedih atau muram. Suami atau istri anda membutuhkan senyuman anda. Anak-anak membutuhkan penampilan anda yang memberi semangat. Para imam dan keluarga lain membutuhkan kehadiran dan sukacita anda: sukacita yang datang dari Tuhan!

Salam kasih saya bagi anda semua, dan saya mendorong anda untuk melaksanakan misi yang dipercayakan Yesus kepada kita, bertekun dalam doa dan dalam “memecahkan roti” (Kis 2,42).

Dan tolong, jangan lupa doakan saya, sama seperti saya berdoa setiap hari untuk anda.

Salam.
Fransiskus
Roma, St. Yohanes Lateranm 26 Des 2021
Pesta Keluarga Kudus.

(translate: Morist-MSF)

Start typing and press Enter to search